Apa Beda Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)?

Apa Beda Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)?

Kapan anda disebut Orang Dalam Pemantauan (ODP)?
Jika anda memiliki salah satu dari dibawah ini:

Demam (suhu ≥ 38°C) atau riwayat demam
Batuk atau pilek
Memiliki riwayat perjalanan ke negara yang memiliki transmisi lokal COVID-19
Tinggal di daerah dengan transmisi lokal di Indonesia dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, namun tidak memiliki riwayat kontak dengan orang positif COVID-19
Kapan anda disebut Pasien Dalam Pengawasan (PDP)?
Jika anda memiliki demam dan atau riwayat demam dan satu dari gejala berikut batuk/pilek/sesak napas tanpa disertai pneumonia
Memiliki riwayat perjalanan/bepergian ke negara yang memiliki transmisi lokal COVID-19 atau memiliki riwayat perjalanan
Tinggal di daerah dengan transmisi lokal di Indonesia dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.
Riwayat demam atau batuk/pilek tanpa disertai pneumonia, dan memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi positif COVID-19.

Catatan:

PDP disebut juga sebagai Suspek
PDP dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif disebut sebagai Kasus Konfirmasi (confirmed case)
PDP dengan hasil pemeriksaan laboratorium tidak dapat disimpulkan (inkonklusif) disebut sebagai Kasus Probabel (probable case)
Sumber

Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19) Revisi 2, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, Februari 2020
https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports/
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/

Bagikan